Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label LINGKUNGAN & PARIWISATA

Menelikung Pasar Tikung

Halo semuanya Akhir pekan kemarin aku punya kesempatan untuk mengunjungi Pasar Tikung. Ya, Pasar dengan konsep pasar wisata pertama yang ada di kota Medan. Mungkin banyak dari teman-teman yang sudah pernah berkunjung ke sana, ya kan? Kira-kira kesan apa yang didapat ya? Oke. Jadi, kesempatan kemarin adalah kali kedua aku bertandang ke Pasar Tikung, setelah sebelumnya untuk mengisi sebuah acara. Bagi aku Pasar Tikung ini merupakan pasar yang komplet karena menyediakan segala kebutuhan. Bukan hanya kebutuhan primer sandang dan pangan, kebutuhan lainnya (sekunder dan tersier) pun lengkap. Pasar ini dulunya Pajak Inpres. Seiring berjalannya waktu, dan dirasa perlu adanya pembenahan, atau revitalisasi bahasa kerennya, maka pihak PD Pasar menggaet perusahaan swasta untuk menata ulang dan memperbarui wajah pasar tersebut. Alhasil berdirilah bangunan megah seluas 4.700 meter persegi yang memiliki 3 lantai ditambah basement untuk parkir dan rooftop yang akan dijadikan food market...

Jangan Nodai Obyek Wisata

Artikel ini pertama kali dipublikasikan oleh Harian Analisa, Minggu, 4 Mei 2014. Saat itu saya masih berstatus sebagai mahasiswa Sastra Indonesia Universitas Negeri Medan, yang kadang-kadang suka jalan-jalan, hehehe. Melihat semrawutnya tata kelola obyek wisata kita terutama soal penanganan sampah membuat saya kecewa dan menimbulkan rasa kesal dan sesal. Tapi apa daya, hanya bisa menulis, syukur-syukur dibaca dan syukur-syukur ada perubahan. Foto: Koleksi Pribadi Oleh Alda Muhsi Siapa yang tidak kenal Danau Lau Kawar, Danau Linting, Danau Toba, Gundaling, Pantai Cermin, Ocean Pasific Belawan, Air Terjun Sipisopiso, Air Terjun Bah Butong, Pemandian Alam Sembahe, dan Bukit Lawang? Ya, benar, nama-nama tersebut adalah segelintir nama dari begitu banyaknya objek wisata yang ada di Sumatera Utara. Tempat di mana orang-orang memanjakan diri, bersantai ria, menanggalkan lelah yang sudah lama berdiam dalam tubuh. Mungkin sekian banyak dari jumlah populasi manusia di Sumatera...

Taman Bunga di Pekarangan Rumah

Oleh Alda Muhsi* Artikel ini pertama kali dipublikasikan oleh Harian Analisa, Minggu, 22 Juni 2014. Foto oleh Annisa Tri Sari Di dalam kehidupan, manusia tentunya tak lepas dari perasaan lelah, gelisah, penat, dan sebagainya, yang jika dibiarkan akan berujung pada depresi. Banyak penyebab dari hal-hal tersebut, contohnya saja masalah di kantor, di kampus, di tempat kerjaan, di jalanan, bahkan masalah rumah tangga sekalipun. Berbagai cara harus dilakukan untuk menghindari gejala-gejala demikian. Tentunya bagi siapa saja yang tidak mau terjebak dalam ambang kedepresian. Ada pula cara natural yang bisa dilakukan untuk melepaskan diri dari jerat kepenatan tersebut, yaitu dengan memanjakan diri dalam keindahan alam. Menyaksikan panorama yang memesona, meresapi dinginnya puncak pegunungan, berendam di sepanjang anak sungai pegunungan, dan lain-lain. Namun, untuk menerapkan kegiatan tersebut, diperlukan waktu yang luang, tentunya di luar aktivitas sehari-hari. Pad...