Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label MIMBAR ISLAM

Rahasia "13" Sebagai Angka Sial

Angka 13 sudah sangat terkenal sebagai angka sial. Angka yang dihindari orang dalam segala urusan. Yang paling menonjol yang kita temui sehari-hari barangkali gedung apartemen atau perumahan yang selalu menghindarkan angka 13. Misalnya dari lantai 12 langsung loncat ke lantai 15. Begitu pula perumahan dari nomor rumah 12 langsung ke nomor 15. Begitulah keyakinan yang berkembang. Mungkin dalam persoalan lain masih banyak contoh orang-orang yang menghindari angka 13 yang dianggap sial. Barangkali sudah banyak tulisan-tulisan atau sekadar wacana yang menyebutkan asal muasal mengapa angka 13 dikatakan sebagai angka sial. Di sini saya hanya ingin menyampaikan sedikit yang saya ketahui tentang awal mula 13 bisa dikatakan sebagai angka sial. Kemajuan teknologi menunjang rasa ingin tahu yang besar. Berkat kemudahan yang ditawarkannya kita bisa mencari apa saja hal yang mengganjal dalam benak kita. Secara tidak sengaja ketika mendengar sebuah taklim UAS (Ustadz Abdul Somad) d...

Interaksi Mayat Menuju Kubur

Tulisan ini saya buat berdasarkan ceramah Ustadz Rumalis saat takziah, yang bertema tentang kematian. Beliau katakan bahwa ini diriwayatkan oleh Imam Bukhari. Jika saja kita dapat mendengar suara atau interaksi orang yang sudah meninggal tentu saja akan ada kengerian. Tanpa kita sadari bahwa sebenarnya sebujur mayat yang kita gotong menuju peristirahatan terakhir melakukan usaha interaksi dengan kita. Mayat yang kita gotong menuju kubur itu menyampaikan sesuatu yang tidak bisa kita dengar. Apa yang sebenarnya mereka katakan? Ucapan mayat yang tengah kita gotong menuju kubur terbagi dua. Hal itu berdasarkan tingkat keimanannya. Jika mayat tersebut orang soleh/solehah maka ia akan mengatakan kepada kita seperti ini: “Wahai saudaraku, tolong segerakanlah aku sampai pada kuburku. Seandainya kalian tahu apa yang ada dalam kuburku maka kalian akan menyegerakannya.” Yang jadi pertanyaan lagi apakah yang ada dalam kubur seorang mayat soleh/solehah yang tengah kita goto...

ORANG TERBAIK DAN TERBURUK

Suatu hari Rasulullah SAW bertanya kepada sahabatnya, “Maukah aku kabarkan kepada kalian orang yang terbaik?” “Mau wahai rasulullah.” “Yaitu orang-orang yang apa bila dilihat, membuat ingat kepada Allah.” “Maukah aku beritahu siapa orang terburuk?” “Mau wahai rasulullah” “Yaitu orang yang berjalan mengadu domba, menceraikan orang-orang yang saling mencintai, dan menyusahkan orang yang tak berdosa.” (H.R. Ahmad) Bagaimana dengan diri ini? Termasuk ke dalam golongan yang manakah kita? Sesungguhnya memang sulit selalu berjalan di atas kebenaran, karena akan banyak aral yang melintang. Angin-angin godaan yang menggoyahkan keyakinan. Akan tetapi ada hadiah terindah yang dijanjikan Allah untuk orang-orang terbaik. Berusahalah meraihnya, berniatlah hanya karena Allah semata. Sama halnya dengan hadiah yang dijanjikan bagi orang-orang terbaik, akan ada pula peringatan Allah bagi orang-orang terburuk. Yaitu orang-orang yang senang melihat orang lain susah dan s...

MENGUCAPKAN ALHAMDULILLAH

Malam ketiga Ramadhan, tausiah di Mesjid An-Namira Komplek Bumi Seroja Permai, Medan Sunggal diisi oleh Al Ustadz Khumaini Hamyar, S.Sos.I. Tulisan ini berlandaskan dari apa yang disampaikan oleh beliau. Tentu sudah tak asing lagi bagi kita ucapan syukur Alhamdulillah. Kata tersebut kita pakai atas ungkapan terima kasih kita kepada Allah Swt. Sebenarnya kata Alhamdulillah memiliki tingkat pengertian yang lebih tinggi dibanding dengan kata terima kasih. Kata terima kasih adalah ungkapan ketika apa yang kita minta diberi. Misalnya kita meminta uang kepada orang tua kita, kemudian orang tua kita memberi uang sesuai yang kita minta. Itulah terima kasih. Nah Alhamdulillah berbeda, Alhamdulillah adalah ungkapan ketika apa yang kita minta diberi sekaligus apa yang tidak kita minta pun diberi. Itulah tingkatannya. Dalam penggunaannya, Alhamdulillah ada yang wajib hukumnya kita ucapkan dan ada pula yang berhukum sunnah. Yang wajib yaitu dalam shalat (ketika membaca surat Al-Fatih...

Pahala Hangus Gara-Gara Status

Entah kenapa, mungkin sebuah kebetulan yang membawa saya bertemu lagi dengan Al Ustadz Arif Muhammad Erde, kali ini bukan di sebuah Mushala di Kecamatan Medan Area, melainkan di Mesjid An-Namira Komp. Bumi Seroja Permai, Medan Sunggal. Pada kesempatan itu beliau mengisi tausiah malam kedua Ramadhan sebelum Shalat Tarawih digelar. Kali ini Al Ustadz menjelaskan mengenai pahala yang hilang akibat perbuatan riya. Dan tulisan ini terinspirasi dari ceramah beliau malam itu. Mungkin kita semua memiliki media sosial, yang bisa dibilang bahwa media sosial sudah masuk dalam daftar rutinitas kita sehari-hari. Ada yang menggunakan media sosial sebagai ajang silaturahmi, membagikan status-status penyiram rohani, serta ada pula sebagian hanya sekadar mengikuti perkembangan teknologi. Akan tetapi dari pengguna media sosial tersebut yang paling parah (luar biasa) adalah seorang muslim yang dengan sengaja mengunggah foto-foto mengenai amalan yang diperbuatnya. Misalnya foto saat sedan...