Dipublikasikan di Harian Analisa edisi Sabtu, 22 Maret 2014
Banyak
orang yang tidak mengetahui apa itu Kantor Berita Antara? Banyak yang
bertanya-tanya, banyak yang diam, entah tahu betul atau memang diam karena
tidak tahu. Pengalaman tersebut dirasakan sendiri oleh penulis. Ketika itu
memasuki semester 7, maka akan dilakukan Praktik Kerja Lapangan (PKL) atau
magang.
Penulis
beserta rekan-rekan sekalian berjumlah 6 orang melakukan pencarian alamat
Kantor Berita Antara Sumut. Lalu apa yang didapati? Kami bertanya dengan
masyarakat sekitar, persis di depan kantor pos. Entah kami bertanya dengan
suara kurang jelas entah pula memang masyarakat sekitar tidak mengetahui
letaknya, mereka mengarahkan kami ke Aksara. Ada beberapa kali, tapi tetap
tidak mendapat jawaban. Akhirnya kami mencari-cari sendiri dengan bantuan
Blackberry Map.
Hal
itu tidak berhenti sampai di situ. Ketika sudah menjalankan tugas magang
beberapa hari banyak rekan-rekan bahkan orang-orang yang jauh lebih tua yang
bertanya. Setelah penulis memberi tahu bahwa sedang magang di Kantor Berita
Antara, banyak respon dari mereka.
“Di
mana itu?” “Kantor berita Antara itu koran apa?” “Oh, baguslah di situ,”
“Ngapain aja di sana?”
Penulis
sendiri merasa kebingungan, kebanyakan mereka yang bertanya adalah kaum
akademisi dan intelek, tapi mengapa pula tidak mengetahui betul apa itu Kantor
Berita Antara? Apakah mereka tidak pernah dengar? Atau cuma mendengar dan
sekadar tahu dari mulut ke mulut? Atau hanya pernah mendengar di Teka-teki
Silang (TTS) saja?
Perlu
diketahui bahwa Kantor Berita Antara adalah Perum BUMN yang diberikan tugas
oleh pemerintah untuk melakukan peliputan dan penyebarluasan informasi dengan
cepat, akurat, dan penting, ke seluruh wilayah Indonesia dan dunia
internasional.
Kantor
Berita Antara didirikan pada 13 Desember 1937 oleh A. M. Sipahoetar, Mr.
Soemanang, Adam Malik dan Pandoe Kartawigoena. Pada tahun 1962, Antara resmi
menjadi Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) yang berada langsung di bawah
Presiden Republik Indonesia.
Lembaga
Kantor Berita Nasional Antara merupakan kantor berita terbesar di Indonesia,
yang sifatnya semi pemerintah, walaupun ketika pertama kali didirikan oleh para
wartawan nasionalis pada masa penjajahan Belanda sebelum PD II sepenuhnya
merupakan usaha swasta.
Agar
dapat memanfaatkan berbagai peluang bisnis dan untuk menghadapi tantangan
konvergensi media sekaligus dapat mengemban tugas pencerdasan bangsa, maka
Pemerintah dibawah kepemimpinan Susilo Bambang Yudhoyono mengubah status LKBN
Antara menjadi Perusahaan Umum (Perum) pada tanggal 18 Juli 2007 melalui PP
40/2007.
Kantor
Berita Antara lahir dari sebuah pikiran Albert Manoempak Sipahoetar dan Raden
Mas Soemanang, kemudian dikenal sebagai Mr. Soemanang, yang tidak puas tehadap
pemberitaan tentang peristiwa-peristiwa di Hindia-Belanda terutama mengenai
kehidupan sosial politik masyarakat Indonesia, yang disiarkan Aneta (Algemeen
Nieuws-en Telegraaf-Agentschap).
Kantor
berita Belanda itu menyebarkan hasil liputannya bukan saja di Hindia Belanda,
melainkan juga di Eropa. Kalangan pergerakkan kebangsaan Indonesia, baik yang
berada di Hindia Belanda maupun di Eropa, menganggap berita di Antara berat
sebelah. Aneta bahkan sering sama sekali tidak memberitakan peristiwa-peristiwa
politik yang terjadi di kalangan masyarakat Indonesia.
Perkembangan
Kantor Berita Antara sampai saat ini masih terus terjadi. Pada awalnya berita
disampaikan melalui satelit dan buletin cetak, pada tahun 1976 pengiriman
berita berubah dengan menggunakan sistem teleteks dan kemudian menggunakan
sistem komputerisasi. Lalu pada era 1990-an, yang pada saat itu kantor berita
Antara memiliki 300 pelanggan, pengiriman berita dilakukan dengan menggunakan
satelit/VSAT, dan barulah sejak 2001 berita Antara dapat diakses melalui
internet. Hal demikian pula yang menjadi munculnya teori jurnalistik media
baru.
Antara
mempunyai hubungan kerja sama yang baik dengan dunia internasional. Hal itu
membuat kerja sama internasionalnya mulai meluas. Antara melakukan kontrak
kerja sama dengan Reuters (Inggris), Bloomerg (Amerika), AFP (Perancis), dan
Xinhua (China) dalam skema komersial.
Antara
juga melakukan kontrak kerja sama dalam skala Asean melalui jaringan AMEX
(Asean New Exchange) dengan Bernama (Malaysia) dan Thai News Agency (TNA).
Kerja sama regional melalui Organization of Asia Pasific News Agencies (OANA),
Internasional Islamic News Agency (IINA) di Jeddah, dan Non Aligned News Agency
Pool (NANAP). Dan tercatat pada tahun 2007-2010, antara dipercaya sebagai
President OANA.
Selain
itu, Antara juga melakukan pertukaran berita secara bilateral dengan
kantor-kantor berita negara lain, seperti Xinhua (China), IRNA dan MNA (Iran),
MENA (Mesir), Yonhap (Korea Selatan), TAP (Tunisia), Anadolu (Turki), WAM (Uni
Emirat Arab), VNA (Vietnam), Azertac (Ajerbaizan), BTI (Bulgaria), EFE
(Spanyol), CNA (Taiwan), dan lain-lain.
LKBN
Antara dituntut untuk membuat 1000 berita dalam sehari. Tentu saja
berita-berita yang akurat, penting, faktual, dan memenuhi kebutuhan khalayak.
Untuk itu, dibutuhkan ketelitian dan keprofesionalan wartawan dalam peliputan
berita. Berita-berita tersebut disebarluaskan dengan cepat melalui internet
(situs web).
Kantor
berita Antara sudah memiliki perwakilan masing-masing di setiap propinsi di
Indonesia. Untuk Antara Sumut sendiri terletak di Jl. Raden Saleh No. 5 Medan.
Jadi
terjawablah sudah pertanyaan-pertanyaan yang banyak ditanyakan rekan-rekan
sekalian kepada penulis. Antara merupakan kantor berita yang meliput berita
untuk dikirimkan kepada pelanggannya, pelanggan yang dimaksud adalah
media-media massa lain seperti koran, radio, dan televisi. Sedangkan
berita-beritanya dapat dilihat di portal (situs web) Antara.
Dengan
demikian sudah tak asing lagi terdengar di telinga apa itu kantor berita
Antara. Harapannya adalah agar kita semua memahami apa sebenarnya kantor berita
Antara, dan bukan hanya tahu ketika mengisi TTS saja.***

Komentar
Posting Komentar