Tanah serambi mekah kembali bergetar. Mungkin karena teriakan-teriakan kita yang saling beradu mengaku paling benar. Adakah rintihan air mata bencana ini melunakkan hati kita. Semoga saja persatuan dan kesatuan itu kembali, walau tanah Aceh lagi-lagi diuji.
Puisi ini diterbitkan di Harian Analisa edisi Rabu, 21 Desember 2016.
GEMPA ACEH /2
Puisi ini diterbitkan di Harian Analisa edisi Rabu, 21 Desember 2016.
![]() |
| Sumber: www.goaceh.co |
GEMPA
ACEH /1
Dari tanahmu Aceh, gemeretak bumi bergerak
bergejolak menguncang kesunyian
air dalam bak mandi naik turun
kau di atas kasur, seperti tengah arungi samudera
oleng menahan kekakuan
bergejolak menguncang kesunyian
air dalam bak mandi naik turun
kau di atas kasur, seperti tengah arungi samudera
oleng menahan kekakuan
SSSK, Desember 2016
GEMPA ACEH /2
Lengkung waktu menangkup sendu
membawa bau luka
bersemi digoyangkan gempa
bangunan-bangunan roboh
di matamu membayang kenangan
12 tahun silam
akankah serupa? nyanyian air mata
riuh hampiri pagi
membawa bau luka
bersemi digoyangkan gempa
bangunan-bangunan roboh
di matamu membayang kenangan
12 tahun silam
akankah serupa? nyanyian air mata
riuh hampiri pagi
SSSK, Desember 2016
GEMPA ACEH /3
GEMPA ACEH /3
Hidup hanyalah menanti waktu
berputar mengulang-ulang peristiwa
ada yang terkubur puing-puing harapan
ada yang tertimpa kata-kata
ada yang tenggelam bersama air mata
ada yang hanya mengenang
teriak begitu kencang
tanpa berbuat apa-apa
berputar mengulang-ulang peristiwa
ada yang terkubur puing-puing harapan
ada yang tertimpa kata-kata
ada yang tenggelam bersama air mata
ada yang hanya mengenang
teriak begitu kencang
tanpa berbuat apa-apa
SSSK,
Desember 2016
GEMPA
ACEH /4
Jika tanahmu yang menyatukan kegaduhan
tapi haruskah musibah mencari jalan keluar
membungkam jiwa-jiwa pendendam
ribuan tangan mengulur, menarik tubuh-tubuh yang terjepit bencana
semoga malam senantiasa diam
diterangi dian serupa rembulan
SSSK, Desember 2016
tapi haruskah musibah mencari jalan keluar
membungkam jiwa-jiwa pendendam
ribuan tangan mengulur, menarik tubuh-tubuh yang terjepit bencana
semoga malam senantiasa diam
diterangi dian serupa rembulan

Komentar
Posting Komentar