Langsung ke konten utama

PUISI-PUISI ALDA MUHSI

Puisi-puisi ini pertama kali dipublikasikan oleh Jurnal Masterpoem Indonesia, 22 Juni 2014.
Sekadar berbagi dan menata arsip kembali. Selamat menikmati.



TANPA ARAH
Di antara tebing yang menyusut terhisap angin dan debu
mata-mata mereka masih saja menyilaukan tanya
menikam langit-langit malam nan kelam
tak pernah tersebar dan terdengar kabar tentang jawab yang diimpikan
hujan selalu menyertai pengharapan
ke mana lagi arah yang pantas dituju
sedangkan burung-burung telah berhenti terbang
pohon-pohon menggugurkan doa
Medan, Juni 2014

BIARKAN SAJA
Biarkan saja angin membawanya pulang
melalui dahan-dahan pohon mangga dan juga daun yang dijalari nadi
di belakang istana sang raja ia berkutat dengan panas
luka yang semakin menganga
mencari satu-dua keping penawar lara
dalam tumpukan dosa
Medan, Juni 2014

BIBIR MERAH
Bibir merah itu mewangi serupa mawar
tapi ia tanpa duri-duri di bagian tubuh
menyemerbakkan napas di antara ribuan demonstran
Bibir merah yang pagi tadi kulihat
mengapa telah lekat di bajuku
tak ada ruang tersisa
gambar-gambar yang tertera ditimpanya
melukis mimpi-mimpi indah di ujung mata
Bibir merah itu menjadi kusam setelah malam
ketika bintang-bintang menampakkan kilau
menelanjangi muda-mudi dalam selimut dan kamar mandi
Medan, Juni 2014

Komentar

Postingan populer dari blog ini

[CERPEN ANAK] PR Feby

Akhirnya Redaktur Taman Riang Harian Analisa berkenan kembali mempublikasikan cerpen anak saya. Cerpen ini saya kirim bulan Oktober 2017 dan baru diterbitkan edisi Minggu, 7 Januari 2018.  Terima kasih saya haturkan, dan semoga berkenan menerbitkan cerpen-cerpen selanjutnya. Hehehe... Ayo menulis cerita anak untuk menyelamatkan anak-anak dari serangan game online dan medsos yang melumpuhkan akal. Ilustrasi: Analisa Oleh Alda Muhsi Feby merupakan murid kelas 2 sekolah dasar di SD Negeri 011. Setiap hari gurunya selalu memberikan PR dengan alasan untuk melatih daya ingat, dan membiasakan agar murid-muridnya rajin belajar. Dalam kelasnya, Feby termasuk murid yang rajin mengerjakan PR. Tak pernah sekalipun ia luput dari PR-nya. Feby telah dibiasakan orang tuanya agar sepulang sekolah harus menyelesaikan PR. Berbeda dari biasanya, hari ini sepulang sekolah Feby diajak Amanda untuk berkunjung ke rumahnya. Amanda merupakan seorang murid baru, pindahan dari Jakarta. Feb...

Syarat Pindah Alamat Berlangganan Indihome

sumber: google   Masa kontrakan habis, mau pindah ke kontrakan baru, tapi gimana dengan layanan indihome yang sudah terpasang? Tentu saja kita ingin memindahkan perangkat tanpa harus ada embel-embel pasang baru agar terhindar dari biaya pasang yang bernilai Rp 150.000,00 (seratus lima puluh ribu rupiah). Itulah kemauan kita, tapi berbeda dengan aturan yang ditetapkan oleh pihak Telkom. Kejadian itu menimpa saya. Beberapa hari yang lalu saya berkunjung ke Plaza Telkom Jalan Putri Hijau Medan dengan tujuan untuk memindahkan perangkat i ndihome saya dari kontrakan lama ke kontrakan baru. Setelah naik ke lantai 2 (kantor pelayanan) saya mengantre beberapa saat, tidak pakai selembaran kertas nomor antrean, katanya mereka pakai sistem digital, pelanggan hanya dipotret, dan nanti tiba gilirannya CS akan menghampiri (sebuah inovasi pelayanan dan langkah bijak untuk menghemat pemakaian kertas). Tiba giliran saya untuk mengadu persoalan saya. Namun, jawaban sang CS tidak bisa menenteramkan h...

[CERPEN] Akhir Pertemuan

Cerpen ini pertama kali dipublikasikan oleh Harian Radar Surabaya edisi Minggu, 5 Nopember 2017. 1) Di matamu semakin dalam kulihat ribuan penyesalan terbenam. Mengapa kau dan aku dipertemukan pada waktu yang membuat bisu. Tanda tanya itu tak pernah berubah sedikit pun menjadi titik. Sebelum akhirnya kita bertemu malam ini. Mengubur air mata yang masih tersisa di kelopak, yang kemarin tak kunjung mengering. Setelah kepastian itu benar-benar kudapatkan maka aku putuskan untuk pergi malam itu juga. Melepaskan semua harapan semu. Menanggalkan kisah-kisah indah yang kini hanya mengundang air mata jika dikenang. Sebab kau telah memilih jalan ini. Aku akan mengingat malam ini, bukan tentang malam terakhir kita bertemu bertatap-tatapan, bukan perihal malam di mana masih bisa kunikmati matamu dengan leluasa. Ini malam akan selalu kuingat sebab pada malam ini kujatuhkan seluruh air mata dan kenangan tentangmu hingga kering. Sampai tak ada lagi yang kuingat tentangmu, selain malam in...