Artikel ini pertama kali diterbitkan oleh Harian Analisa rubrik Lingkungan edisi Minggu, 12 Oktober 2014.
Oleh Alda Muhsi
![]() |
| Sumber: Pixabay |
Pertumbuhan
penduduk di Indonesia terbilang cepat. Diperkirakan bahwa dalam setiap detik
ada dua penduduk yang bertambah. Penambahan itu disebabkan oleh tiga hal, yakni
peningkatan secara alami populasi perkotaan, sebanyak 50 persen, reklasifikasi
dari area pedesaan menjadi area perkotaan, sebanyak 25 persen, dan urbanisasi,
sebanyak 25 persen.
Pesatnya
pertumbuhan penduduk ini jelas sangat berpengaruh terhadap kebutuhan sumber
daya sosial yang merupakan tanggung jawab pemerintah. Hal yang paling mendasar
adalah ketersediaan air bersih.
Sepertinya
memang ketersediaan air bersih di Indonesia sangat memprihatinkan. Banyak di
berbagai daerah masih kekurangan air bersih bahkan hingga kekeringan. Walau
saat ini adalah musim hujan, kekeringan itu tak dapat dihindarkan.
Masalah
yang timbul tampaknya seperti opera lawak yang ditayangkan di televisi. Mengapa
demikian? Pasalnya adalah ketika banyak kota-kota yang kebanjiran, justru di
kota bagian lain masih ada terjadi krisis air dan kekeringan. Alangkah lucu,
bukan?
Sebenarnya
alam sudah sangat membantu menuntaskan permasalahan krisis air dan kekeringan
di negeri ini. Lihatlah, Indonesia adalah negara maritim, yang dikelilingi oleh
air. Terdapat ratusan sungai, danau, pantai, bahkan sumber mata air lainnya.
Akan
tetapi, masalah yang muncul semakin panjang karena ulah manusia sendiri yang
tak pandai menjaga kelestarian alam penghasil air tersebut. Coba perhatikan
sungai-sungai yang mengalir di negeri ini, semuanya telah tercemar, begitu juga
danau dan lautannya. Warna yang dipunyai sudah tak jernih lagi. Pencemaran air
terjadi. Semuanya berubah keruh. Bayangkan, pantaskah alam tak ingin lagi
bersahabat dengan manusia? Sedang manusia tak ingin menjaga kelestariannya.
Beralih
ke sumber daya air lainnya, yaitu hujan. Sebenarnya hujan yang turun bisa
dikategorikan air yang bersih, namun karena pencemaran udara yang disebabkan
oleh manusia hujan yang turun sudah tak layak dipakai sebagai kebutuhan.
Belum
habis sampai di situ, mengenai pengelolaan air juga masih terbilang rendah. Hal
itu disebabkan oleh kurangnya daerah resapan air, selain dari kemampuan
penyediaan air sendiri yang memang semakin berkurang.
Pembangunan
perusahaan-perusahaan industri turut berperan dalam mengancam kebebasan
lingkungan untuk menyimpan dan menyediakan air.
Bagaimana
mengakali ketersediaan air bersih ini untuk menyalurkan kepada penduduk yang
kian bertambah? Sudah saatnya sadar diri sendiri. Peliharalah alam sebagai
penghasil air bersih. Jangan biarkan pencemaran terjadi. Sebab akan rugi
sendiri nantinya.
Untuk saat ini hal yang paling
nyata yang tentunya harus dilakukan adalah berhemat air. Ingatlah kehidupan
yang masih panjang. Ingatlah bahwa air adalah sumber kehidupan.

Komentar
Posting Komentar