Langsung ke konten utama

PUISI ALDA MUHSI (MEDAN BISNIS)

Puisi-puisi ini pertama kali dipublikasikan oleh Harian Medan Bisnis, Rubrik Art & Culture edisi Minggu, 27 Oktober 2013.
oleh Alda Muhsi

DI KEABADIAN
Aku adalah kerinduan yang bernyanyi saat sepi. saat tabir malam melepas penyekatnya di sisi lain. saat mimpi-mimpi meranumkan asa. harapan pasti menjadi gairah penyeka semangat jiwa.
Aku adalah kerinduan yang berjalan sendiri. ingin menembus batas mimpi. dengan segala harap yang hakiki. berhenti di keabadian.
SSSK, Oktober 2013

KEMARIN
Kemarin, aku berkunjung ke kediaman rindu
ingin menjenguknya yang sedang berdarah-darah
membawa mawar merah
dan sesimpul senyum dalam bingkai
Kemarin, sempat kutanya padanya tentangmu
tentang waktu yang menculikmu hingga kini
tentangnya yang ditikam waktu hingga berlumur darah
dengan napas terengah
Kemarin, dilukisnya wajahmu dengan tinta hitam
diletaknya tepat di dadaku
lalu, matanya mulai sayu di tengah rona wajahnya yang meredup
sesaat diucapnya salam perpisahan dan jadikan wajahmu sebagai kenangan
pada akhir matanya tertutup
SSSK, Oktober 2013
ADAKAH WAKTU
Adakah waktu berniat mengembalikan kenangan
yang dibawanya ketika malam dalam mimpi-mimpi
lalu ilusi yang dicipta saat pagi
sesaat terbangun lewat kicau burung Kolibri
Adakah waktu sedia menyampaikan pesan
yang dititip kasihku si gadis desa
tentang rindu dan air mata yang melembabkan hati pun pipinya
SSSK, Oktober 2013
 




Komentar

Postingan populer dari blog ini

[CERPEN ANAK] PR Feby

Akhirnya Redaktur Taman Riang Harian Analisa berkenan kembali mempublikasikan cerpen anak saya. Cerpen ini saya kirim bulan Oktober 2017 dan baru diterbitkan edisi Minggu, 7 Januari 2018.  Terima kasih saya haturkan, dan semoga berkenan menerbitkan cerpen-cerpen selanjutnya. Hehehe... Ayo menulis cerita anak untuk menyelamatkan anak-anak dari serangan game online dan medsos yang melumpuhkan akal. Ilustrasi: Analisa Oleh Alda Muhsi Feby merupakan murid kelas 2 sekolah dasar di SD Negeri 011. Setiap hari gurunya selalu memberikan PR dengan alasan untuk melatih daya ingat, dan membiasakan agar murid-muridnya rajin belajar. Dalam kelasnya, Feby termasuk murid yang rajin mengerjakan PR. Tak pernah sekalipun ia luput dari PR-nya. Feby telah dibiasakan orang tuanya agar sepulang sekolah harus menyelesaikan PR. Berbeda dari biasanya, hari ini sepulang sekolah Feby diajak Amanda untuk berkunjung ke rumahnya. Amanda merupakan seorang murid baru, pindahan dari Jakarta. Feb...

Syarat Pindah Alamat Berlangganan Indihome

sumber: google   Masa kontrakan habis, mau pindah ke kontrakan baru, tapi gimana dengan layanan indihome yang sudah terpasang? Tentu saja kita ingin memindahkan perangkat tanpa harus ada embel-embel pasang baru agar terhindar dari biaya pasang yang bernilai Rp 150.000,00 (seratus lima puluh ribu rupiah). Itulah kemauan kita, tapi berbeda dengan aturan yang ditetapkan oleh pihak Telkom. Kejadian itu menimpa saya. Beberapa hari yang lalu saya berkunjung ke Plaza Telkom Jalan Putri Hijau Medan dengan tujuan untuk memindahkan perangkat i ndihome saya dari kontrakan lama ke kontrakan baru. Setelah naik ke lantai 2 (kantor pelayanan) saya mengantre beberapa saat, tidak pakai selembaran kertas nomor antrean, katanya mereka pakai sistem digital, pelanggan hanya dipotret, dan nanti tiba gilirannya CS akan menghampiri (sebuah inovasi pelayanan dan langkah bijak untuk menghemat pemakaian kertas). Tiba giliran saya untuk mengadu persoalan saya. Namun, jawaban sang CS tidak bisa menenteramkan h...

[CERPEN] Akhir Pertemuan

Cerpen ini pertama kali dipublikasikan oleh Harian Radar Surabaya edisi Minggu, 5 Nopember 2017. 1) Di matamu semakin dalam kulihat ribuan penyesalan terbenam. Mengapa kau dan aku dipertemukan pada waktu yang membuat bisu. Tanda tanya itu tak pernah berubah sedikit pun menjadi titik. Sebelum akhirnya kita bertemu malam ini. Mengubur air mata yang masih tersisa di kelopak, yang kemarin tak kunjung mengering. Setelah kepastian itu benar-benar kudapatkan maka aku putuskan untuk pergi malam itu juga. Melepaskan semua harapan semu. Menanggalkan kisah-kisah indah yang kini hanya mengundang air mata jika dikenang. Sebab kau telah memilih jalan ini. Aku akan mengingat malam ini, bukan tentang malam terakhir kita bertemu bertatap-tatapan, bukan perihal malam di mana masih bisa kunikmati matamu dengan leluasa. Ini malam akan selalu kuingat sebab pada malam ini kujatuhkan seluruh air mata dan kenangan tentangmu hingga kering. Sampai tak ada lagi yang kuingat tentangmu, selain malam in...