Langsung ke konten utama

Postingan

[CERPEN] AWAS MAS, HATI-HATI!

Sekurang-kurangnya ada dua hal yang menjadi dasar bagi saya dalam membuat cerpen ini. Satu, banyaknya muda-mudi berpacaran di atas fly over bahkan setiap malam, khususnya di Kota Medan, yang saya rasa sangat meresahkan dan memprihatinkan. Dua, ketika saya melintasi fly over Amplas, tiba-tiba mobill pick up mendahului saya dengan laju yang bisa dibilang tidak lambat, di belakangnya tertulis "Awas Mas, Hati-hati", yang kemudian menjadi judul cerpen ini. Ya kita semua harus hati-hati, bukan dalam perjalanan, bahkan dalam kehidupan. Cerpen ini pernah diterbitkan di Harian Analisa edisi Rabu, 27 April 2016.  Oleh Alda Muhsi Beginilah kerasnya kehidupan, pagi hingga malam tak boleh lelah demi mengejar uang. Siapa lengah akan terperosok dalam ambang kematian. Hidup itu kejam, apa lagi jika hanya berdiam. Mau tidak mau memang mestinya hidup untuk mencari sesuatu yang berarti. Kalau tidak akan menyesal di kemudian hari. Kehidupan dan penyesalan laiknya binatang buas...

JUJUR DAN BERTANGGUNGJAWABLAH!

Katakanlah kebenaran walaupun pahit. Sebuah artikel mini yang pernah dimuat di Harian Analisa rubrik Taman Remaja Pelajar, Minggu 19 Oktober 2014 Setiap orang mempunyai masalah tanpa memandang usia. Sebenarnya, masalah adalah ujian bagi diri. Tak ada masalah yang berat atau ringan, semua hanya bergantung pada bagaimana kita menyikapinya. Namun, dalam menyikapi sebuah masalah, jangan berbohong pada diri sendiri. Jika kita telah memiliki kuncinya, yaitu kejujuran, semua masalah pasti mudah diatasi. Ambil contoh, seorang adik berumur 9 tahun. Suatu hari bermasalah dengan uang sekolahnya. Ia telah diberi uang sekolah oleh orangtuanya, tapi uang itu hilang sebelum sempat dibayarkannya. Kemudian, karena takutnya sang anak tak pernah menceritakan hal itu kepada orangtuanya. Apa yang terjadi? Tekanan di hatinya berhari-hari. Pikirannya tersiksa.  Ketika ditanya orangtuanya, ia pun berbohong. Apa dampaknya? Ia telah menghilangkan kepercayaan orangtuanya, hatinya tentu tak kar...

[PUISI] DI PANGKAL JANUARI

Ketika diterbitkan di Harian Analisa edisi Rabu, 11 Januari 2017 ada seorang teman bertanya, mengapa judulnya gantung begitu. Sebenarnya puisi dengan judul Di Pangkal Januari ini ada enam bagian, tapi yang diterbitkan hanya bagian 3, 4, 5, dan 6. Ke mana bagian 1 dan 2-nya?  Jadi, bagian 1 dan 2-nya telah saya kirimkan lebih dahulu pada tanggal 30 Desember 2016, tapi ternyata tidak ditayangkan hehe. Kemudian barulah tanggal 6 Januari 2017 saya kirimkan bagian 3, 4, 5, dan 6. Dengan harapan mudah-mudahan Redaktur yang terhormat mau turut menerbitkan bagian 1 dan 2, tapi ternyata lagi-lagi bagian 1 dan 2 itu tidak ditayangkan (Mungkin memang tidak bagus ya, hehehe).  Alhamdulillah puisi Di Pangkal Januari 3 sampai 6 ini menjadi karya pertama saya yang terbit di Media Massa tahun 2017. Semoga saya semakin giat berkarya. Amin. Pada postingan di bawah ini saya sertakan pula puisi Di Pangkal Januari bagian 1 dan 2-nya. Selamat menikmati. Oleh Alda Muhsi   ...

ANTISIPASI BANJIR SAMPAH USAI PESTA TAHUN BARU

Tulisan ini sebenarnya telah saya buat pada akhir tahun 2015 menjelang tahun baru 2016, tapi ketika itu saya mengirimkannya ke rubrik Lingkungan Harian Analisa, dan ternyata belum mendapat tempat. Kemudian setelah melalui proses revisi dan penambahan saya mengirimkannya lagi ke rubrik Opini Harian Analisa pada 25 Desember 2016 dan akhirnya mendapat tempat, terbit edisi Sabtu, 31 Desember 2016. Selamat membaca dan selamat tahun baru 2017, semoga Indonesia damai selalu. Pergantian tahun tinggal menunggu hari. Seperti biasa pada tahun-tahun sebelumnya malam pergantian tahun akan dimeriahkan dengan berbagai acara, yang paling puncak adalah pesta kembang api. Titik yang menjadi langganan pesta kembang api di Kota Medan yaitu Lapangan Merdeka dan Kampung Madras di jalan Zainul Arifin. Orang-orang dari berbagai penjuru akan memadati titik-titik perayaan pesta kembang api tersebut. Mereka semua bersukacita merayakan pergantian tahun. Tak memandang umur, semua usia turut memeri...